Pertemuan membangun agen perdamaian melawan terorisme

  • Bagikan
Pertemuan membangun agen perdamaian melawan terorisme

Pertemuan Membangun Agen – Kepala Tubuh Nasional Penaggulangan Terorisme (BNPT) Boy Rafli Amar pada acara Silaturahim Berkebangsaan bertopik ‘Rekonsiliasi Ke arah Indonesia Nyaman’ di Cisarua, Bogor. Berita duka mencakup negeri ini. Bom bunuh diri meledak di muka Katedral Makassar, Sulawesi Selatan.

Minimal 20 orang jadi korban atas ledakan itu. Sepasang suami-istri, jadi aktor bom bunuh diri itu. Ke-2 nya meninggal pada tempat, dengan badan yang susah dikenal. Intimidasi bom itu bukan yang pertama, tetapi cukup itu jadi yang paling akhir.

Karena itu, usaha menahan berlangsungnya kembali kejadian yang mencabik rasa kemanusiaan itu harus dilipatgandakan. Semua sumber daya dan usaha perlu dipakai. Bukan hanya dalam usaha penjagaan lewat tindakan pengungkapan jaringan terorisme dan menantang beberapa aksi intimidasi, tetapi upaya-upaya kontrapropaganda menantang ideologi dan memahami intimidasi (soft kemampuan).

Usaha menantang pertimbangan keagamaan yang salah, meniadakan cedera dan sakit hati, perbanyak juru nyaman, mendesak dampak kekerasan dan jadikan beberapa penyintas tindakan intimidasi dan bekas narapidana teroris balik ke warga dengan nyaman.

BNPT sebagai instansi yang diamanati untuk melakukan program deradikalisasi terus berusaha menantang bermacam tindakan intimidasi. Sekitar 45 orang penyintas dari Jawa-Bali dan tujuh orang bekas nara pidana teroris berjumpa di Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Tatap muka yang digelar oleh Tubuh Nasional Penaggulangan Terorisme (BNPT) itu dilaksanakan pada acara Silaturahim Berkebangsaan bertopik ‘Rekonsiliasi Ke arah Indonesia Nyaman’. Tatap muka berisi pembacaan dan penandatanganan dokumen Maklumat Berkebangsaan untuk merealisasikan perdamaian oleh perwakilan penyintas dan partner deradikalisasi.

Related Post :   Menurut BKPM Penyerapan Tenaga Kerja Di Tahun 2020 Meningkat

Pada acara itu beberapa penyintas dan partner deradikalisasi memperoleh pembekalan dalam sektor kewiraswastaan baik dari Kementerian Tenaga kerja atau Kementerian Koperasi dan UKM.

Disamping itu pada acara itu diberi tanda tangan Kesepakatan Kerja Sama (PKS) di antara BNPT dengan PT Pendanaan Nasional Madani / PNM (Persero)) mengenai Kolaborasi dalam Membuat Kesejahteraan Warga dalam Kerangka Menahan Memahami Radikal Terorisme. Penandatangan PKS dilaksanakan oleh Sekretaris Khusus (Sestama) BNPT, Mayjen TNI Untung Budiharto dengan Direktur Khusus (Dirut) PT PNM, Arief Mulyadi.

Agen perdamaian

Perjumpaan penyintas dan napiter yang sekarang jadi partner deradikalisasi di Cisarua itu bukan yang pertama. Awalnya BNPT melakukan tatap muka yang serupa.

Kepala BNPT Boy Rafli Amar dalam info jurnalis yang diterima Rabu, menjelaskan, arah tatap muka penyintas dan partner deradikalisasi kecuali memupus rasa sakit hati, ditujukan untuk memunculkan dan memberikan rasa persaudaraan di antara beberapa penyintas yang disebut korban dari kejahatan terorisme dan partner daradikalisasi yang disebut beberapa aktor tindakan terorisme di masa lampau.

Tatap muka itu tentu saja membuat semangat persaudaraan, memberikan keyakinan ke seluruh pihak jika kejahatan terorisme ialah kejahatan yang ekstra ordinary, menantang nilai-nilai kemanusiaan yang tentu saja perlu diperangi bersama-sama dan perlu tingkatkan kesiagaan bersama.



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *