Bulan Kedua 2021, Banjir DKI Jakarta Bakal Sedahsyat Awal Tahun 2020?

  • Bagikan
banjir DKI Jakarta

Minggu kedua di bulan kedua tahun 2021 kembali menjadi catatan kelam bagi DKI Jakarta. Hujan yang mengguyur sejak hari Minggu malam, 7 Februari hingga dini hari tanggal 8 Februari  2021 tak pelak membuat banyak kawasan tergenang.  Bahkan banjir DKI Jakarta ini mencapai ketinggian lebih dari 1,5 meter. 

Pada dini hari 8/2, kawasan terparah adalah Bidara Cina, dimana ketinggiannya mencapai 150 cm, menyusul kawasan Cawang dengan ketinggian air kurang lebih 70cm, Selain itu, kawasan Cililitan, Pejaten Timur, Kampung Melayu, dan Grogol Utara juga mengalami hal yang sama, dengan ketinggian hampir sama pula. 

Kondisi banjir DKI Jakarta yang kian mengkhawatirkan

Namun, kondisi banjir DKI Jakarta semakin parah saat siang hari dimana justru kawasan Pejaten Timur direndam air setinggi kurang lebih 3 meter. Karena itulah, status kawasan ini ditetapkan menjadi Siaga I BMKG memang sempat mengumumkan status waspada untuk semua kawasan di seluruh Jabodetabek. Diperkirakan, cuaca buruk terutama hujan lebat akan terjadi pada kisaran tanggal 7 hingga 9 Februari mendatang. 

Antisipasi banjir dari pemprov DKI Jakarta memang sering diutarakan oleh Ahmad Riza Patria. Wakil Gubernur DKI Jakarta ini mengatakan bahwa pihaknya sudah siap mengantisipasi dengan beberapa cara. Salah satunya,  adalah cara ‘gerebek lumpur’. Cara ini memang cara yang baru dilakukan setelah cara-cara lama seperti membuat codetan sungai dan perbaikan pompa dilakukan. 

Related Post :   Di Tengah Pandemi Inilah Euforia Seni Dan Budaya Bulan Bahasa Bali 2021

Gerebek lumpur ini adalah gerakan untuk mengeruk lumpur yang menumpuk di dasar sungai dan tampungan air lainnya. Hal ini dilakukan meningkatkan daya tampung air.  Hal ini sebenarnya sudah dilakukan sejak tahun lalu, beberapa bulan setelah banjir besar di awal tahun 2020. 

Selain program ini, ada pula program pembangunan sumur resapan di kurang lebih dua ribu titik lebih di lokasi-lokasi umum.  Lokasi-lokasi tersebut adalah lokasi rawan banjir besar seperti Sunda Kelapa, Pantai Muara, Tanjung Priok dan Kamal Muara. 

Penempatan pompa stasioner juga dilakukan di berbagai lokasi yang rawan banjir tiap tahunnya. Bahkan, ada penambahan rumah pompa tambahan di kawasan Pulomas, Kamal, Kelapa Gading, Jati Pinggir dan Green Garden. 

Upaya ini tentu diharapkan dapat mengurangi banjir bandang yang sangat mungkin terjadi dengan curah hujan seperti yang terjadi sejak akhir Januari hingga awal Februari 2021 ini. 



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *