Pemerintah Tetapkan Vaksin Covid-19 dengan 7 Jenis Vaksin, Bolehkah Rakyat Memilih?

  • Bagikan
Pemerintah Tetapkan Vaksin Covid-19 dengan 7 Jenis Vaksin, Bolehkah Rakyat Memilih?

Vaksin Covid-19 – Budi Gunadi Sadikin selaku Menteri Kesehatan menetapkan tujuh jenis vaksin covid-19 yang nantinya akan dipakai sebagai pelaksanaan vaksinasi di Indonesia. Hal ini tertuang di dalam Kepmenkes No. HK.01.07/Menkes/12758/2020 pada Senin 28 Desember tahun lalu.

Lalu apakah masyarakat dapat memilih jenis vaksin covid-19 apa yang digunakan untuk vaksinasi mereka?

Jenis vaksin covid-19 yang disediakan pemerintah Indonesia

Jenis vaksin covid-19 yang diterapkan di Tanah Air diproduksi oleh PT Bio Farma, Sinopharm, AstraZeneca, Moderna, Pfizer Inc, Sinovac, Novavax Inc, dan BioNTech. Meskipun demikian, pelaksanaan vaksinasi ini hanya bisa dilakukan setelah adanya izin edar serta persetujuan pemakaian masa darurat mengenai vaksin yang tersedia dari BPOM.

Disebut tersedia 7 jenis vaksin yang akan digunakan untuk vaksinasi mengundang tanya dari masyarakat apakah mereka bisa memilih vaksin mana yang akan disuntikkan. Hal ini menjadi perbincangan hangat di media twitter.

Siti Nadia Tarmidzi selaku juru bicara vaksin covid-19 memastikan bahwa masyarakat tidak memiliki wewenang untuk memilih jenis vaksinnya sendiri dikarenakan ketersediaan vaksin yang terbatas. Namun, nantinya masing-masing orang akan memperoleh vaksin yang sama.

Sebagai contohnya, jika seseorang mendapatkan vaksin jenis Sinovac yang harus disuntikkan dalam 2 dosis maka keduanya akan disuntikkan jenis vaksin yang sama, tidak akan berbeda.

Prioritas Penerima Vaksin 2021

Disamping itu, bagi masyarakat yang menolak untuk divaksinasi tidak akan mendapatkan sanksi. Dikutip dari Kompas JEO, Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa vaksinasi akan dilaksanakan pada 70% populasi rakyat di Indonesia. Pemerintah juga telah memiliki prioritas dan kriteria penerima vaksin. Adapun prioritas penyuntikan vaksin tersebut adalah :

Related Post :   Mencermati keberadaan teroris di Kota Daeng
  1. Garda utama, yakni petugas medis, TNI/ Polri, paramedis contact tracing serta aparat hukum. Berjumlah 3,4 juta orang.
  2. Tokoh agama dan masyarakat, perangkat daerah (tingkat kecamatan, desa, RT dan RW) serta sebagian pelaku ekonomi. Berjumlah 5,6 juta orang.
  3. Tenaga pendidik/Guru PAUD/TK, SD, SMP, SMA serta perguruan tinggi sejumlah 4,3 juta orang.
  4. Aparatur Pemerintah (tingkat pusat, daerah, legislatif). Berjumlah 2,3 juta orang.
  5. Peserta BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI) sejumlah 86,6 juta orang.
  6. Masyarakat serta pelaku perekonomian sejumlah 57,5 juta orang.

Dengan demikian masyarakat diharapkan tidak perlu khawatir karena vaksin covid-19 yang disuntikkan sudah diperhitungkan secara matang oleh Pemerintah. Adapun yang ingin menolak untuk divaksin mereka tidak akan mendapat sanksi.



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *