Berita  

Kabid Humas Polda Jabar : Kapolres Kunjungi Kediaman Daenah Korban TPPO

IMG 20230612 WA0025

Punyarakyat.Com | Indramayu – Korban perdagangan manusia di Kabupaten Indramayu masih mengalami trauma.

Daenah (33) mengaku enggan kembali bekerja ke luar negeri.

Warga Desa Pranggong, Kecamatan Arahan, Kabupaten Indramayu tersebut sebelumnya menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) ke Uni Emirat Arab (UEA).

Ditempat terpisah Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Ibrahim Tompo S.I.K., M.Si menghimbau agar masyarakat cerdas dalam mengambil keputusan, agar terhindar dari modus tindak pidana perdagangan orang.

“Enggak mau ke sana lagi, takut,” ujar dia , Minggu (11/6/2023).

Daenah menceritakan, selama bekerja sebagai masisten rumah tangga .(ART) di sana ia sudah seperti robot.

Jam kerjanya sangat diporsir. Daenah mengaku harus bangun setiap jam 5 pagi dan terus bekerja hingga tengah malam.

Baca Juga  Direktur Utama Pusdiklat Satpam PT Garda Anugerah Nusantara Bapak Moan Saron Sitanggang Ucapkan Selamat Kepada Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak

Selain itu, ia juga kerap mendapat perlakuan tidak baik dari majikan.

Walau tidak melakukan kekerasan fisik. Namun, majikannya selalu membentak dan marah-marah.

Majikannya itu, menilai apa yang dikerjakan Daenah selalu salah.

“Seperti lagi ngelap meja, katanya itu masih kotor sambil marah-marah,” ujar dia.

Tangan kiri Daenah kini bahkan terancam cacat permanen. Ia sebelumnya terjatuh di tangga dari lantai dua rumah majikannya tersebut.

Di sisi lain, gaji yang diterima Daenah juga tidak sesuai perjanjian.

Dari perjanjian mendapat gaji Rp 5 juta per bulan, namun Daenah baru mendapat gaji setelah kurang lebih 3 bulan setelah bekerja.