Kenali Stunting, Cegah Penyebabnya Sejak Dini!

IDN Children.jpg.webp
Sumber: UNICEF Indonesia/2016/Radit

Punyarakyat.com | Stunting menjadi masalah serius yang menyerang anak-anak berusia dibawah lima tahun. Ditandai dengan gangguan pertumbuhan kronis yang biasanya disebabkan karena kekurangan nutrisi akut. Kondisi ini kian mengkhawatirkan karena memiliki dampak panjang pada perkembangan kognitif yang memiliki pengaruh pada kegiatan sekolah dan karir selanjutnya.

Penyebab Stunting

Hal utama yang mengakibatkan terjadinya stunting pada anak adalah gizi yang kurang ketika seorang ibu mengandung. Kekurangan zat besi dan nutrisi lainnya ketika masa kehamilan menghambat pertumbuhan janin di dalam rahim. Lingkungan dengan sanitasi buruk juga memperbesar potensi terjadi stunting pada anak. Tidak hanya itu, kurangnya fasilitas kesehatan di lingkungan sekitar juga menghambat Ibu yang ingin memeriksakan kehamilannya.

Baca Juga  Indeks Ketakutan dan Keserakahan Crypto: Apa itu dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Dampak Stunting

Stunting dapat berakibat buruk pada aktivitas harian yang melibatkan kinerja otak. Hal ini disebabkan kurangnya nutrisi otak selama masa pembentukan di rahim. Gangguan ini dapat menyebabkan kesulitan dalam mengingat, fokus, dan belajar. Tidak hanya itu stunting dapat menimbulkan masalah pada kesehatan mental seperti gangguan kecemasan.

Ciri-ciri Stunting

Beberapa gejala yang dapat menjadi indikasi seorang anak mengalami stunting, yaitu berat badannya yang stuck, pertumbuhan tinggi badan yang lebih lambat, dan kurang berenergi seperti anak seusianya. Selain itu kecurigaan penderita stunting dapat dilihat dari pertumbuhan motoriknya yang cenderung lambat, seperti speech delay dan kesulitan bersosialisasi.

Penulis: Ayu Ardiyati Nuraini Joyo AtmojoEditor: Nazwa Yuliana