Keridaan Seorang Suami Merupakan Keridaan Allah Swt

Keridaan Seorang Suami Merupakan Keridaan Allah Swt

Punyarakyat.com | Rembang – Dari hal ini , kita akan menyimak dari salah satu kisah dan sabda Rasulullah dari kisah Salman Al-Farisi sahabat Rasulullah SAW.

Salman Al-Farisi bercerita bahwa Dewi Fatimah putri Rasulullah SAW mengunjungi ayahnya. Ketika melihat Rasul tiba-tiba Dewi Fatimah menangis hingga bercucuran air mata , sehingga roman mukanya berubah.

Melihat hal demikian Rasulullah SAW bertanya : ” Apakah gerangan yang menimpa dirimu hai putriku ? Jawab Fatimah : ” Ya Rasulullah semalam aku dan suamiku (Ali ra) bercanda hinga menimbulkan ucapan yang mengakibatkan ia memarahiku. Akhirnya aku sangat menyesal dan sedih , dan aku katakan kepadanya : “Wahai kekasihku dan kesayanganku , maafkan kesalahanku kepadamu, dan hal itu kulakukan sambil mengitarinya sebanyak 70 kali sampai ia memaafkan kepadaku,” tetapi aku tetap takut kepada tuhanku.

Baca Juga  Situs Sejarah Lebih Tua dari Piramida Giza, Salah Satunya Makam Arma Veirana — Berusia 10.000 Tahun

Maka Rasulullah SAW bersabda kepada putrinya : ” Wahai putriku demi Allah yang mengutusku dengan hak , sesungguhnya seandainya engkau meninggal sebelum suamimu memaafkan , aku tidak akan bakal mensholati mayatmu,”

Sabdanya pula : “Wahai putriku ketahuilah , Keridhaan suami berarti keridaan Allah dan Kemarahan Suami berarti kemarahan Allah SWT.

“Wahai putriku fatimah , yang sungguh taat beribadah sebagaimana Dewi Maryam putri Imron , lalu suaminya tidak rida kepadanya , maka Allah tidak menerima amal ibadahnya,”