Kode Etik Media Siber

Media Siber merupakan berbagai bentuk media yang memakai wahana internet dalam pelaksanaan kegiatan jurnalistik. Dalam pelaksanaanya juga harus memenuhi Standart Perusahaan Pers dan Undang-Undang Pokok Pers yang sudah ditetapkan Dewan Pers. Untuk itu, dibutuhkan kode etik media siber agar pelaksaan kegiatan jurnalistik tersebut menjadi terarah.

Adapun isi dari media siber merupakan segala sesuatu yang dipublikasikan oleh para penggunanya misalnya artikel, komentar, gambar, video, suara serta berbagai bentuk unggahan pada media siber seperti forum, blog, komentar pembaca dan bentuk lain.

Alasan pentingnya kode etik media siber

Adanya media siber di Tanah Air adalah bagian dari kemerdekaan untuk berpendapat, berekspresi serta kemerdekaan pers. Media siber mempunyai karakteristik khusus yang menjadikannya memerlukan pedoman supaya pengelolaaannya bisa dilakukan secara profesional, mampu memenuhi hak, kewajiban dan fungsi sesuai aturan Undang-Undang No 40 Th. 1999 mengenai Pers dan Kode Etik Media Jurnalistik.

Oleh sebab itu, dewan pers bersamaan dengan pengelola media siber, organisasi pers dan juga masyarakat menyusun pedoman atau kode etik media siber. Kode etik media siber ini dibuat berdasarkan keluhan dari para kalangan masyarakat media yang mengharapkan panduan bersama di dalam pengelolaan pada media siber.

Perkembangan media siber yang pesat di Indonesia akhir-akhir ini turut menjadi faktor pendorong lain didalam penyusunan pedoman yang diharapkan.

Kemerdekaan pers merupakan sarana bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi dan komunikasi untuk meningkatkan kualitas hidup serta memenuhi kebutuhan hakiki.

Dalam perwujudannya, wartawan Indonesia menyadari adanya tanggung jawab sosial, kepentingan bangsa, norma agama dan keberagaman masyarakat.

Dalam melaksanakan hak, kewajiban, fungsi dan peranannya, pers menghormasi hak asasi masing-masing orang, oleh sebab itu, pers dituntut untuk terbuka dan profesional agar bisa dikontrol oleh masyarakat.

Untuk menjamin adanya kemerdekaan pers serta memenuhi hak publik dalam mendapatkan informasi aktual, wartawan Indonesia membutuhkan etika profesi serta landasan moral sebagai pedoman operasional di dalam menegakkan intregitas profesionalisme serta menjaga kepercayaan publik. Dengan dasar tersebut, wartawan Indonesia menetapkan sekaligus menaati kode etik jurnalistik.

Diharapkan dengan adanya peningkatkan kompetensi dan profesionalisme kode etik media siber, seluruh jurnalis mampu melahirkan karya jurnalistik yang berkualitas. Dari aspek kebijakan, redaksi diharapkan mampu mewujukan visi dan misinya.