Penyebab Korban Tenggelam di Sungai Tak Kunjung Ketemu

  • Bagikan
Penyebab Korban Tenggelam di Sungai Bogel Blitar Tak Kunjung Ketemu

Penyebab Korban Tenggelam Di sungai – Tim pencarian dan pertolongan (SAR) kombinasi dari Basarnas, Polres Blitar, dan sukarelawan belum sukses mendapati seorang masyarakat yang disampaikan terbenam di Sungai Bogel, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar, Jawa Timur.

“Penelusuran barusan dilaksanakan, tetapi karena arus sungai cukup deras, kehadiran korban belum juga teridentifikasi,” kata Kepala Basarnas Jawa timur Hari Adi Purnomo saat diverifikasi, Minggu, 7 Maret 2021.

Dia menjelaskan anggota turun ke posisi korban terbenam dan anggota yang turun dari Basarnas paling dekat, yaitu Trenggalek. Ada delapan personil yang diikutsertakan dalam penelusuran korban yang namanya Habib Fauzi (27), masyarakat Kelurahan Kedungbunder, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar.

Kecuali personil dari Basarnas, ada juga kontribusi dari aparatur di tempat dan masyarakat. Seorang pria namanya Habib Fauzi (27), masyarakat Kelurahan Kedungbunder, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar Jawa Timur terbenam di Sungai.

Peristiwa itu berawal saat Fauzi bersama partnernya cari ikan di pinggir Sungai Bogel. Sesudah bisa ikan, dia dengan beberapa rekannya akan pulang dengan seberang sungai dari pinggir timur ke samping barat dengan berenang.

Saat itu, kedua partnernya telah di pinggir sungai sisi barat, tetapi Fauzi masih di tengah-tengah. Badannya seperti ketarik arus. Karena terlampau jauh, partnernya tidak berani membantu. Tetapi, mereka sempat pernah cari langkah dengan memutar jalan menuju posisi yang cukup dangkal, tetapi badan Fauzi tidak kelihatan.

Related Post :   Daftar Kiper Bundesliga Yang memiliki Clean Sheet Paling Banyak

Semenjak peristiwa itu, Team kombinasi dari Basarnas, Polres Blitar, dan sukarelawan sampai sekarang ini masih lakukan penelusuran pada Fauzi. Kepala Basarnas Jawa timur Hari Adi Purnomo menjelaskan proses penelusuran sedikit alami masalah karena curahan hujan yang tidak pasti membuat arus air pun tidak tenang. “Dalam penelusuran terjadi hujan lalu surut, membuat arus sungai deras. Ini menyebabkan petugas kesulitan cari korban,”

Menurutnya, tim sar kombinasi cari di seputar korban disampaikan terbenam. Disamping itu, team menyisir ke seputar sungai, dengan keinginan korban selekasnya diketemukan, tetapi bisa saja badan korban tenggelam jauh, karena arus sungai yang deras.

Ia menambahkan dimungkinkan anggota tidak lakukan penelusuran dengan menyelam. Kecuali air yang kotor, arus deras jadi masalah dalam penelusuran memakai tehnik menyelam. Hari mengaku curahan hujan yang tidak pasti membuat arus air pun tidak tenang. Dalam penelusuran terjadi hujan lalu surut, membuat arus sungai deras. Ini menyebabkan petugas kesusahan cari korban.

Menurut dia, anggota cari di seputar korban disampaikan terbenam. Disamping itu, anggota menyisir ke seputar sungai, dengan keinginan korban selekasnya diketemukan, tetapi bisa saja badan korban tenggelam jauh, karena arus sungai yang deras. Dia menambah bisa saja anggota tidak lakukan penelusuran dengan menyelam. Kecuali air yang kotor, arus deras jadi masalah dalam penelusuran memakai tehnik menyelam.

Related Post :   Jadwal Inter Milan Pada Februari 2021 Yang Dinanti Oleh Deretan Lawan Berat

“Waktu penelusuran sempat pernah hujan yang membuat arus makin deras. Peluang korban terikut arus lumayan jauh. Airnya kotor, jadi jika menyelam kelihatannya tidak. Kan jika menyelam bendanya terbenam dan airnya tenang. Tetapi yang di sini (Sungai Bogel) airnya mengucur, jadi selam mustahil,” tuturnya.

Tenggelam Sejak Sabtu

Untuk proses penelusuran, gagasannya terus dilaksanakan. Sesuai waktu penelusuran, optimal tujuh hari. Diinginkan, korban dapat selekasnya diketemukan, hingga dapat dijumpai keadaannya. “Penelusuran diteruskan esok dan diprioritaskan ke seputar posisi tenggelamnya korban dan penyisiran di seputar sungai,” ucapnya.

Habib Fauzi disampaikan terbenam di Sungai Bogel, Kelurahan/Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar. Korban disampaikan terbenam semenjak Sabtu. Awalannya, korban bersama partnernya cari ikan di pinggir Sungai Bogel. Sesudah bisa ikan, korban dengan beberapa rekannya akan pulang dengan seberang sungai dari pinggir timur ke samping barat dengan berenang.

Waktu itu, ke-2 rekanan korban telah di pinggir sungai sisi barat, tetapi korban masih di tengah-tengah. Badannya seperti ketarik arus. Karena terlampau jauh, rekanan korban tidak berani membantu. Tetapi, mereka sempat pernah cari langkah dengan memutar jalan menuju posisi yang cukup dangkal, tetapi badan korban sudah tidak terlihat.



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *