Menurut BKPM Penyerapan Tenaga Kerja Di Tahun 2020 Meningkat

  • Bagikan
Menurut BKPM Penyerapan Tenaga Kerja Di Tahun 2020 Meningkat

BKPM atau Badan Koordinasi Penanaman Modal telah mencatat penyerapan tenaga kerja di tahun 2020 totalnya 1.156.361 jiwa. Total tersebut mengalami kenaikan sebanyak 11,805 % daripada penyerapan tenaga kerja di tahun 2019 dengan total 1.033.835 jiwa. Bahlil selaku kepala bkpm memberikan Penjelasan bahwa penyerapan tenaga kerja berasal dari seluruh investasi senilai Rp 826, 3 triliun selama tahun 2020. Keseluruhan investasi tersebut terdiri atas 153.349 proyek. 

3 Jurus BKPM Meningkatan Penyerapan Tenaga Kerja Di Tahun 2020

Pada Konferensi Pers Virtual Realisasi Investasi Kuartal IV tahun 2020 pada senin 25 Januari 2021. Bahlil mengungkapkan bahwa pergerakan tenaga kerja terlihat terus naik. BKPM menyatakan peningkatan serapan tenaga kerja terbanyak ada di Kuartal I 2020 dengan total 330.539 jiwa. Sedangkan penyerapan tenaga kerja di Kuartal II 2020 total 263.109 jiwa. Di Kuartal III tahun 2020 total 295. 387 jiwa, serta di Kuartal IV 2020 total 294.780 jiwa.

Tahlil juga mengungkapkan ada ada tiga jurus yang diberlakukan BKPM guna meningkatkan tenaga kerja di tahun 2020. Pertama, BKPM meminta investor mengalihkan pekerjaan dari tenaga mesin dialihkan menjadi tenaga manusia. Kedua, menyongkong investasi tidak hanya dari sektor teknologi saja namun di Padat Karya juga. Ketiga, bukan hanya terfokus di perusahaan besar yang lebih ih maksimal memakai teknologi, namun ke investor kecil juga yang mampu membuka lapangan pekerjaan.

Related Post :   Lurah Hebat Harus Menjadi Contoh bagi Kota-Kota Lain Di Indonesia

Bahlil juga menyatakan bahwa dirinya dan BKPM merasa bangga kepada pengusaha baik di dalam maupun di luar negeri yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan di tahun 2020. Sehingga itu menjadi realisasi dan bukan hanya sekedar perencanaan saja dalam peningkatan penyerapan tenaga kerja.

Seperti diketahui sebelumnya bahwa investasi di sepanjang tahun 2020 terdapat beberapa sektor, yakni dari penanaman modal dalam negeri atau pmdn senilai Rp. 413,5 triliun serta penanaman modal asing atau PMA senilai Rp. 412, 8 triliun. Maka jumlah investasi lokal meningkat 7%, di kategori investasi asing turun senilai 2,4%.

Dengan demikian kontribusi investasi paling besar pada tahun 2020 tetap berasal dari lokal, yaitu 50,1% sedangkan dari asing menyumbang senilai 49,9% dari seluruh total investasi. Semoga di tahun 2021 tetap seperti penyerapan tenaga kerja di tahun 2020 atau bertambah dan bisa mengurangi pengangguran akibat PHK atau pemutusan tenaga kerja yang diberlakukan di masa pandemi sebelumnya.



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *