Berita  

Sesar Cirebon ‘Menggeliat’, Gempa Beruntun 2 Kali dan Dentuman yang Membuat Warga Buntet Panik

IMG 20230615 WA0014
Foto. Keterangan: Potret kepanikan warga (Dok. Pribadi)

Punyarakyat.com | Cirebon-Sesar Cirebon bergerak dan menimbulkan gempa dangkal sebanyak 2 kali beruntun diawali dengan suara dentuman sekitar pukul 06.20 WIB. Menurut laporan warga kepada Punyarakyat.Com, dentuman tersebut terjadi sebanyak 9 kali. Yang pertama cukup besar.Wandi, salah seorang warga mengungkapkan, dentuman pertama membuatnya sangat kaget. Sehingga banyak yang berhamburan keluar rumah, karena setelah itu terjadi guncangan.Kemudian terjadi dentuman kedua dan berikutnya yang dihitung Wandi ada 9 kali. Sedangkan guncangan gempa bumi terjadi 2 kali.

“Yang pertama itu paling besar, lalu ada guncangan. Saya hitung 9 kali suara dentuman seperti benda yang jatuh dari langit,” kata Wandi.

Usai rentetan gempa tersebut, Wandi mengungkapkan, warga sempat memilih beraktivitas di luar ruangan dan menunggu.Tetapi setelah lepas pukul 08.00 WIB, warga sudah tenang dan kembali beraktivitas dengan normal, khususnya di wilayah Desa Buntet, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon.Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) juga sudah menginformasikan bahwa kejadian gempa bumi tersebut berjenis tektonik dangkal.

Baca Juga  Polres Dairi Himbau Pengguna Jalan dengan menggunakan Plang saat lakukan Strong Point Pengaturan

BMKG juga mengoreksi informasi sebelumnya yang sempat dituliskan kedalaman gempa kedua adalah 1 kilometer. Namun yang benar adalah 7 kilometer.Gempa bumi tektonik terjadi dua kali yakni pada pukul 06.20 WIB dengan kekuatan 2,9 magnitudo dan pukul 07.25 WIB dengan kekuangan 3,2 magnitudo.Menurut BMKG, kejadian gempa bumi tersebut berpusat di darat yakni pada koordinat 6.78 LS dan 108.62 BT pada kedalaman 5 km.Kemudian episenter gempabumi kedua terletak pada koordinat 6.79 LS dan 108.62 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 11 km Tenggara Kota Cirebon, Jawa Barat pada kedalaman 7. Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang, Hartanto menjelaskan, memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas Sesar Cirebon.