Tradisi Unik Denmark: Lempar Bubuk Rempah Bagi Lajang, Seperti Apa?

  • Bagikan
Tradisi Unik Denmark Lempar Bubuk Rempah Bagi Lajang

Tradisi Unik Denmark – Sejak abad ke-16 Denmark telah mengusung tradisi unik yang hingga saat ini masih berlangsung. Dilansir dari The Independent, ada tradisi unik Denmark bagi mereka yang berusia 25 tahun dan masih lajang. Umumnya keluarga dan kawan-kawan akan melakukan tradisi unik Denmark  dengan mengikatnya pada pohon atau sebuah tiang lalu dilempari dengan bubuk rempah kayu manis.

Tradisi unik Denmark ini memang nampak cukup berbahaya karena dikabarkan sempat ditemui seseorang yang akhirnya mengalami luka bakar ringan setelah dilempari dengan bubuk rempah jenis lain misalnya lada.  

Sejarah Tradisi unik Denmark Lempar Rempah

Faktanya, tradisi unik Denmark ini sudah ada sejak abad ke-16 saat seorang penjual bumbu rempah di Denmark populer dengan ketekunannya dalam bekerja hingga tidak sempat untuk memikirkan soal mencari pasangan. Sejak saat itu, apabila terdapat pemuda maupun pemudi Denmark yang lajang, mereka akan dilempari dengan berbagai bubuk rempah. Mulai dari lada sampai rempah kayu manis.

Menurut cerita, bagi mereka yang sudah berusia 25 tahun maka bubuk yang dilemparkan adalah jenis bubuk dari rempah kayu manis. Adapun bagi lajang yang berusia 30 tahun akan dilempari dengan jenis bubuk dari rempah lada. Beberapa rakyat bahkan membuat inisiatif dengan melemparkan telur supaya bubuk rempah yang dilemparkan dapat menempel dan lebih awet.

Related Post :   Menggali jejak pariwisata Jambi untuk bangkitkan ekonomi

Seorang pria di Denmark mengungkapkan kepada kantor warta berita “The Telegraph” bahwasanya penjual rempah yang tidak sempat mencari pendamping hidup tersebut diceritakan berdangang secara keliling.

Penjual rempah yang biasa disebut dengan Pebervends atau memiliki arti penjual lada tersebut konon tak pernah menetap pada suatu tempat hingga menjadikannya sulit untuk menemukan pendamping hidup.

Oleh sebab itu, seorang pemudi lajang dan sudah berusia lebih dari 25 tahun juga dikenal dengan julukan gadis lada atau Pebermø.

Tradisi unik Denmark tersebut masih berlaku hingga sekarang. Tentunya ada maksud dan harapan tersendiri dari pengadaan tradisi unik yang sudah dimulai sejak abad ke-16 tersebut. Setiap wilayah tentunya memiliki tradisi masing-masing yang harus tetap dilestarikan untuk anak dan cucu kita agar selalu terkenang dengan nenek moyang.



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *